Sejarah Sirkuit Assen Sejak 1955

ASSEN – Para pembalap MotoGP kembali bertemu dengan Sirkuit Assen. Balapan di lintasan 4,5 Km ini akan digelar pada Minggu (25/6/2017).

Perlu diketahui, Sirkuit Assen bukanlah medan yang mudah untuk para pembalap. Sebab sirkuit yang terletak di Belanda ini punya 18 tikungan yang masing-masing memiliki tantangan berbeda. Kesulitan makin menjadi sebab curah hujan di Negeri Kincir Angin sangat tinggi yakni mencapai 54%. Sejumlah fakta tersebut dianggap dapat merusak aksi para kontestan di atas kuda besi.

“Balapan di sana biasanya membutuhkan konsentrasi ekstra agar bisa menghadapi segala macam situasi yang mungkin dapat melontarkan kami. Anda tak pernah tahu berapa lama sirkuit berada dalam kondisi kering. Anda dituntut untuk memaksimalkan setiap sesi,” ucap pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa yang dikutip dari Crash. (Baca juga: Pedrosa: Butuh Konsentrasi Ekstra untuk Taklukkan Sirkuit Assen)

Untuk mengatasi sejumlah masalah, Michelin sebagai pemasok ban siap memberikan produk terbaiknya. Mereka sadar, tak cukup mengandalkan ban biasa di lintasan yang dibangun pada 1955 silam ini.

“Assen selalu menjadi balapan yang sulit. Anda tak pernah bisa menduga cuaca di sana. Tahun lalu lintasan sangat basah karena diguyur hujan. Jadi kami harus siap dengan berbagai kemungkinan,” ungkap Piero Taramasso, Manajer Michellin.

“Permukaan di Sirkuit Assen tidak konsisten karena ada campuran aspal baru dan aspal yang sudah lama. Kondisi ini menyebabkan tingkat grip dan abrasi yang berbeda. Di Assen ada tikungan yang bisa dilalui dengan cepat, namun ada juga area dimana Anda harus melambat. Para pembalap sulit menemukan kenyamanan tapi trek ini masih tetap disukai oleh mereka,” jelasnya yang dikutip dari situs resmi MotoGP.

Tahun lalu ada 78 kecelakaan di Sirkuit Assen. Dari jumlah tersebut, 39 insiden terjadi di pentas MotoGP. Sementara 14 kecelakaan mewarnai ajang Moto2 dan 25 lainnya terjadi di Moto3.

Dari tiga kategori balap, tercatat ada 21 orang yang harus tersungkur mencium aspal. Semua kecelakaan itu terjadi dari sesi latihan bebas hingga lomba dimulai. (Baca juga: Yamaha Penguasa MotoGP Assen, Tapi Jangan Remehkan Honda serta Ducati)

Bicara pemenang, Valentino Rossi berada di urutan teratas. Pembalap kebangsaan Italia itu sudah tujuh kali juara di kelas MotoGP. Sementara posisi dua disandang Mick Doohan, eks pembalap Honda yang lima kali beruntun merebut podium tertinggi GP Assen (1994-1998).

Berikut daftar pemenang di Sirkuit Assen (sejak 1990)

2016: Jack Miller (Honda)
2015: Valentino Rossi (Yamaha)
2014: Marc Marquez (Honda)
2013: Valentino Rossi (Yamaha)
2012: Casey Stoner (Honda)
2011: Ben Spies (Yamaha)
2010: Jorge Lorenzo (Yamaha)
2009: Valentino Rossi (Yamaha)
2008: Casey Stoner (Ducati)
2007: Valentino Rossi (Yamaha)
2006: Nicky Hayden (Honda)
2005: Valentino Rossi (Yamaha)
2004: Valentino Rossi (Yamaha)
2003: Sete Gibernau (Honda)
2002: Valentino Rossi (Honda)
2001: Max Biaggi (Yamaha)
2000: Alex Barros (Honda)
1999: Tadayuki Okada (Honda)
1998: Mick Doohan (Honda)
1997: Mick Doohan (Honda)
1996: Mick Doohan (Honda)
1995: Mick Doohan (Honda)
1994: Mick Doohan (Honda)
1993: Kevin Schwantz (Suzuki)
1992: Alex Criville (Honda)
1991: Kevin Schwantz (Suzuki)
1990: Kevin Schwantz (Suzuki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Detiksport Motogp | Jadwal Motogp | Klasemen Motogp Frontier Theme

bo7 gif

asianbookie